<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Petualangan.Com</title>
	<atom:link href="http://www.petualangan.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.petualangan.com</link>
	<description>Pusat Informasi dan Komunitas Petualang Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Apr 2010 09:27:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<image>
<link>http://www.petualangan.com</link>
<url>http://www.petualangan.com/wp-content/plugins/maxblogpress-favicon/icons/favicon-p.ico</url>
<title>Petualangan.Com</title>
</image>
		<item>
		<title>Extreme Indonesia 2010</title>
		<link>http://www.petualangan.com/2010/03/extreme-indonesia-2010/</link>
		<comments>http://www.petualangan.com/2010/03/extreme-indonesia-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 09:20:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jelajah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petualangan.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[DEEP Indonesia, olahraga air internasional dan menyelam terbesar, dan pameran perjalanan  petualangan di Indonesia akan datang kembali setelah sukses menderu  pada tahun 2009.
Bertujuan untuk menjadi  satu-satunya pameran yang dapat memberikan informasi tangan pertama dari  industri laut dari produsen peralatan untuk papan pariwisata, dari  Sabang sampai Merauke di kepulauan Indonesia, DEEP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-275 alignleft" style="margin: 0px 15px 0px 0px; display: inline; border: 0pt none;" title="deep_2010" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2010/04/deep_2010.jpg" alt="" />DEEP Indonesia, olahraga air internasional dan menyelam terbesar, dan pameran perjalanan  petualangan di Indonesia akan datang kembali setelah sukses menderu  pada tahun 2009.</p>
<p>Bertujuan untuk menjadi  satu-satunya pameran yang dapat memberikan informasi tangan pertama dari  industri laut dari produsen peralatan untuk papan pariwisata, dari  Sabang sampai Merauke di kepulauan Indonesia, DEEP Indonesia telah  memperoleh reputasi tidak hanya sekedar pameran, tetapi juga sebagai  pertemuan untuk Klub dan Asosiasi  terkait, Lembaga Pemerintah, industri terkait dan masyarakat pencinta  laut, sehingga suatu peristiwa yang sangat baik untuk kesempatan  jaringan.</p>
<p>gabungan  kedua dan EXTREME DEEP Indonesia 2010 pasti akan lain splash besar  mengulang kesuksesan sebelumnya dan terus berkembang berdasarkan pasar  Indonesia yang sangat besar dan terus berkembang menyelam, olahraga air,  olahraga ekstrim, eko wisata dan industri perjalanan petualangan.</p>
<p>EXTREME DEEP Indonesia  dan telah terbukti merupakan paduan yang sempurna dari pameran gabungan  membuat bagian-silang antara masyarakat petualangan laut dan darat,  sehingga besar peluang bisnis yang potensial.</p>
<p>Gabung sekarang! Anda tidak mampu untuk  lewatkan acara yang unik dan sangat baik!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petualangan.com/2010/03/extreme-indonesia-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ponsel Outdoor Tahan Air Dan Debu &#8211; IMO W900</title>
		<link>http://www.petualangan.com/2009/12/ponsel-outdoor-tahan-air-dan-debu-imo-w900/</link>
		<comments>http://www.petualangan.com/2009/12/ponsel-outdoor-tahan-air-dan-debu-imo-w900/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 17:57:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jelajah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel outdoor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petualangan.com/2009/12/ponsel-outdoor-tahan-air-dan-debu-imo-w900/</guid>
		<description><![CDATA[IMO W900 merupakan seri outdoor pertama yang dikenalkan oleh distributor lokal ke pasaran tanah air. Disainnya yang hampir sebagian besar dibalut bahan karet ini, sepintas mirip Sonim XP1. Kokoh, tahan air dan&#160; debu. Supaya terlihat lebih ‘macho’, di sisi bodi diberikan grid anti slip yang juga berfungsi sebagai penahan licin ketika digenggam.
Sebagai ponsel outdoor, IMO [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; margin: 0px 15px 0px 0px; display: inline; border-top: 0px; border-right: 0px" title="imo-w900" border="0" alt="imo-w900" align="left" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/12/imow9001.jpg" width="127" height="244" />IMO W900 merupakan seri outdoor pertama yang dikenalkan oleh distributor lokal ke pasaran tanah air. Disainnya yang hampir sebagian besar dibalut bahan karet ini, sepintas mirip Sonim XP1. Kokoh, tahan air dan&#160; debu. Supaya terlihat lebih ‘macho’, di sisi bodi diberikan grid anti slip yang juga berfungsi sebagai penahan licin ketika digenggam.</p>
<p>Sebagai ponsel outdoor, IMO W900 membawa sederet fitur untuk keperluan olahraga luar ruang atau adventure. Sebut saja termometer digital, kompas yang dilengkapi altimeter untuk menentukan ketinggian suatu tempat berdasarkan panduan magnet bumi serta lampu senter.</p>
<p>Sementara, sarana standar yang dibawa HP ini antara lain; MP3 player, radio FM, call record, laser pointer serta organizer. Anda yang membutuhkan fitur sekuritas, IMO W900 pun menyiapkan privacy lock dan security code yang bisa dimanfaatkan untuk mengamankan data dan file penting lewat password khusus. Rencananya, HP outdoor ini bakal dibanderol dengan kisaran harga Rp 1,7 juta-an.</p>
<p> <span id="more-270"></span>
<p><strong><em>Spesifikasi:</em></strong>    <br />Jaringan: Dualband GSM (900/1800 MHz); Dimensi: 11,5×5,3×2,3 cm; Berat: 138 gram; Layar: 2 inci, TFT 65.536 warna, 176×220 piksel; Transfer data: GPRS; Memori eksternal: microSD; Messaging: SMS, MMS; Konektivitas: Kabel data; Browser: WAP; Fitur lain: Polifonik (MP3, AMR, Midi), MP3 player, radio FM, Water proof, Dust proof, Built in thermometer, Built in altimeter, Built in compas, Laser pointer&amp;Torch light (on power off mode), world time zone, calendar, calculator, privacy information lock, Security code (SMS, phonebook, call record, E-dic), Alarm clock, memo, timer, phonebook 300 entri, Speakerphone, Game; Baterai: Lithium ion 1300 mAh; Standby: 450 jam; Waktu bicara: 4-5 jam    </p>
<p>Sumber : <a href="http://theponsel.com/2009/10/imo-w900-ponsel-outdoor-tahan-air-dan-debu/">The Ponsel</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petualangan.com/2009/12/ponsel-outdoor-tahan-air-dan-debu-imo-w900/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sonim XP3 Quest</title>
		<link>http://www.petualangan.com/2009/08/sonim-xp3-quest/</link>
		<comments>http://www.petualangan.com/2009/08/sonim-xp3-quest/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Aug 2009 17:28:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jelajah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petualangan.com/2009/08/sonim-xp2-quest/</guid>
		<description><![CDATA[ Ponsel yang paling tangguh dengan rating IP67. Rating ini berarti ponsel benar-benar tahan debu dan air sampai kedalaman 3,3 kaki (sekitar 1 meter). Selain itu ponsel yang diberi nama XP3 Quest ini bahkan tak apa-apa jika jatuh dari ketinggian 6,5 kaki (1,98 m) di permukaan semen. Diceburkan ke air selama 30 menit pun tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="spread_xp3quest" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-left: 0px; margin-right: 0px; border-bottom: 0px" height="78" alt="spread_xp3quest" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/spread_xp3quest1.jpg" width="312" align="right" border="0" /> Ponsel yang paling tangguh dengan rating IP67. Rating ini berarti ponsel benar-benar tahan debu dan air sampai kedalaman 3,3 kaki (sekitar 1 meter). Selain itu ponsel yang diberi nama XP3 Quest ini bahkan tak apa-apa jika jatuh dari ketinggian 6,5 kaki (1,98 m) di permukaan semen. Diceburkan ke air selama 30 menit pun tak masalah. Ponsel juga bisa beroperasi pada suhu ekstrem, dari &#8211; 5 sampai 130 derajat. Ketangguhan itu masih ditambah dengan daya tahan baterai lithium-ion yang tahan siaga 1.500 jam atau sampai 18 jam waktu bicara. Selain itu, ada speaker custom yang bisa menghasilkan suara sampai 110 db, atau 45 persen lebih kuat dibandingkan ponsel biasa.</p>
<p>Layar ponsel pun dibuat tahan kejutan (shock-resistant) dan lulus sertifikasi tingkat-militer MIL-810F. MIL-810F adalah sertifikasi uji-militer untuk ketahanan terhadap kelembaban, garam, kejutan, dan panas. Di ponsel ini sudah terpasang kamera 2 MB dengan built-in flash, dan FM radio. Fitur Bluetooth, browser Opera Mini WAP, J2ME Java for mobile, GPS, lampu senter pun tersedia. Begitu pula slot kartu memori 2 GB.</p>
<p> <span id="more-198"></span>
<p>Spesifikasi Sonim XP3 Quest :    </p>
<table cellspacing="0" cellpadding="2" width="474" border="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="229">
<p><img title="icon_red_ip" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="52" alt="icon_red_ip" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/icon_red_ip.jpg" width="55" border="0" />             <br /><strong>Tested and Proven Rugged</strong>             <br /><img title="ico" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="6" alt="ico" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/ico.gif" width="7" border="0" /> IP-67 rating/ MIL-810Fcertified             </p>
<p><img title="icon_red_submersible" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="52" alt="icon_red_submersible" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/icon_red_submersible.jpg" width="55" border="0" />             <br /><strong>Submersible to 1M for 30 minutes in water</strong>             <br /><img title="ico" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="6" alt="ico" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/ico1.gif" width="7" border="0" /> Defends against damage from rain, fog and salt air </p>
<p><img title="icon_red_impervious" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="52" alt="icon_red_impervious" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/icon_red_impervious.jpg" width="55" border="0" />             <br /><strong>Impervious to dust and micro-particles</strong>             <br /><img title="ico" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="6" alt="ico" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/ico2.gif" width="7" border="0" /> Non porous casing blocks entry of micro-particles             </p>
<p><img title="icon_red_impact" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="52" alt="icon_red_impact" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/icon_red_impact.jpg" width="55" border="0" />             <br /><strong>Impact Proof</strong>             <br /><img title="ico" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="6" alt="ico" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/ico3.gif" width="7" border="0" /> Withstands 2m drops on concrete </p>
<p><img title="icon_red_resistant" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="52" alt="icon_red_resistant" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/icon_red_resistant.jpg" width="55" border="0" />             <br /><strong>Resistant to shock and vibration</strong>             <br /><img title="ico" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="6" alt="ico" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/ico4.gif" width="7" border="0" /> Built to withstand random vibrations up to 23G             </p>
<p><img title="icon_red_ready" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="52" alt="icon_red_ready" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/icon_red_ready.jpg" width="55" border="0" />             <br /><strong>Ready for Extreme Environments</strong>             <br /><img title="ico" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="6" alt="ico" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/ico5.gif" width="7" border="0" /> Works in temperatures ranging from -20˚C to +55˚C </p>
<p><img title="icon_red_extra" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="52" alt="icon_red_extra" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/icon_red_extra.jpg" width="55" border="0" />             <br /><strong>Extra-Long Battery Life</strong>             <br /><img title="ico" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="6" alt="ico" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/ico6.gif" width="7" border="0" /> Up to 18 hours of talk and 1500 hours of standby </p>
</td>
<td valign="top" width="243">
<p><img title="icon_red_durable" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="52" alt="icon_red_durable" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/icon_red_durable.jpg" width="55" border="0" />             <br /><strong>Durable Mechanics</strong>             <br /><img title="ico" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="6" alt="ico" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/ico7.gif" width="7" border="0" /> Keypad buttons tested to 500,000 pushes             </p>
<p><img title="icon_red_extraloud" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="52" alt="icon_red_extraloud" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/icon_red_extraloud.jpg" width="55" border="0" />             <br /><strong>Extra-Loud Audio</strong>             <br /><img title="ico" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="6" alt="ico" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/ico8.gif" width="7" border="0" /> Talk/Hear Easily In Noisy Environments             </p>
<p><img title="icon_red_screen" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="52" alt="icon_red_screen" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/icon_red_screen.jpg" width="55" border="0" />             <br /><strong>Screen Toughness</strong>             <br /><img title="ico" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="6" alt="ico" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/ico9.gif" width="7" border="0" /> Scratch and shock-resistant screen             </p>
<p><img title="icon_red_gps" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="52" alt="icon_red_gps" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/icon_red_gps.jpg" width="55" border="0" />             <br /><strong>GPS Tracking</strong>             <br /><img title="ico" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="6" alt="ico" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/ico10.gif" width="7" border="0" /> Equipped with a turn-by-turn navigation application             </p>
<p><img title="icon_red_ruggedcamera" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="52" alt="icon_red_ruggedcamera" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/icon_red_ruggedcamera.jpg" width="55" border="0" />             <br /><strong>Rugged Digital Camera</strong>             <br /><img title="ico" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="6" alt="ico" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/ico11.gif" width="7" border="0" /> 2 Mega Pixel camera with LED flash </p>
<p><img title="icon_red_3" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="52" alt="icon_red_3" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/icon_red_3.jpg" width="55" border="0" />             <br /><strong>3-Year Unconditional Guarantee</strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> <br />
<h4>Informasi lain :</h4>
<ul>
<li><b>Built-in 2.0MP digital camera</b>       <br />Lets you take still photos. </li>
<li><b>Rugged design</b>       <br />Resists dust and micro particles and can withstand a drop to concrete from up to 6-1/2&#8242; for long-lasting durability. Works in temperatures ranging from -5° F &#8211; 130° F. Water submersible up to 3-2/7&#8242; for 30 minutes. </li>
<li><b>Internet access and browsing</b>       <br />Let you access the Web and check your e-mail. Text messaging allows you to communicate with friends and family. </li>
<li><b>Operates on tri-band 900/1800/1900MHz wireless networks</b>       <br />For reliable wireless communication. </li>
<li><b>Color display</b>       <br />Makes navigation of features a breeze. </li>
<li><b>Built-in Bluetooth 2.0 compatibility</b>       <br />For wireless communication with a Bluetooth-enabled device. </li>
<li><b>microSD card slot</b>       <br />For easy transfer of photos to your computer (media not included). </li>
<li><b>GPS tracking</b>       <br />With amAze turn-by-turn prompting delivers driving instructions to get you where you want to go. </li>
<li><b>Customizable polyphonic and MP3 ringtones</b>       <br />Allow you to personalize the sound of your phone. </li>
<li><b>Vibration mode</b>       <br />Notifies you discreetly of incoming phone calls and messages. </li>
<li><b>Speed dial for 8 numbers</b>       <br />Lets you call frequently used numbers with the touch of a button. </li>
<li><b>1000-entry phone book</b>       <br />Keeps your contact numbers easily accessible. </li>
<li><b>Hands-free speakerphone</b>       <br />Allows you to keep your hands on the wheel while talking on the phone and driving. </li>
<li><b>Downloadable content</b>       <br />Includes graphics and games to add creative touches to your phone. </li>
<li><b>Up to 18 hours talk time and 1500 hours standby</b>       <br />With included lithium-ion battery. </li>
</ul>
<p>Ponsel tangguh ini bisa dibeli secara online di <a href="http://www.bestbuy.com/site/olspage.jsp?skuId=9412771&amp;st=sonim&amp;lp=1&amp;type=product&amp;cp=1&amp;id=1218112089330" target="_blank">bestbuy</a>, harganya 399 dollar AS.</p>
<p>Informasi Lanjut :&#160; <a href="http://www.sonimtech.com/features_xp3quest.php" target="_blank">Sonim XP3 Quest Website</a>     <br />Join : <a href="http://www.facebook.com/pages/Sonim-XP3-Quest-The-Indestructible-Phone/124715143688" target="_blank">Sonim XP3 Facebook</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petualangan.com/2009/08/sonim-xp3-quest/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ponsel Outdoor Samsung B2100</title>
		<link>http://www.petualangan.com/2009/08/ponsel-outdoor-samsung-b2100/</link>
		<comments>http://www.petualangan.com/2009/08/ponsel-outdoor-samsung-b2100/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 10:54:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jelajah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petualangan.com/2009/08/ponsel-outdoor-samsung-b2100/</guid>
		<description><![CDATA[ Samsung Mobile merilis ponsel outdoor terbarunya Samsung Marine B2100. Sebagaimana namanya, ponsel ini tahan di lingkungan yang keras, serta tahan air.
Ponsel yang baru saja dirilis di India itu diklaim sebagai satu-satunya dan membentuk segmen baru di pasar ponsel yang sangat kompetitif.
B2100 dipersenjatai dengan materi anti-shock urethane yang tahan hentakan, goresan bahkan debu dan air. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><img title="samsung-b2100-xplorer-1" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="240" alt="samsung-b2100-xplorer-1" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/samsungb2100xplorer11.jpg" width="181" align="left" border="0" /> Samsung Mobile merilis ponsel outdoor terbarunya Samsung Marine B2100. Sebagaimana namanya, ponsel ini tahan di lingkungan yang keras, serta tahan air.</b></p>
<p>Ponsel yang baru saja dirilis di India itu diklaim sebagai satu-satunya dan membentuk segmen baru di pasar ponsel yang sangat kompetitif.</p>
<p>B2100 dipersenjatai dengan materi <i>anti-shock urethane</i> yang tahan hentakan, goresan bahkan debu dan air. Ponsel itu juga memiliki sertifikat IP57 dan tahan air dalam ke dalaman satu meter selama setengah jam. </p>
<p>Perangkat ini dibuat tahan saat hujan lebat, kabut, kelembaban tinggi, serta suhu yang yang dingin atau sangat panas. Ponsel ini dibuat berdasarkan spesifikasi yang ditentukan oleh Departemen Pertahanan AS.</p>
<p>Tak hanya tangguh, ponsel ini mengusung speaker eksternal bersuara keras, yang dilengkapi <i>noise cancellation</i> dan flash. Kameranya 1.3 megapiksel dan memiliki kemampuan sebagai camcorder.     </p>
<p>Spesifikasi lengkap : <a href="http://www.gsmarena.com/samsung_b2100_xplorer-2747.php" target="_blank">Samsung B2100</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petualangan.com/2009/08/ponsel-outdoor-samsung-b2100/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nokia 3720 classic: Ponsel kekar Tahan Banting</title>
		<link>http://www.petualangan.com/2009/08/nokia-3720-classic-ponsel-kekar-tahan-banting/</link>
		<comments>http://www.petualangan.com/2009/08/nokia-3720-classic-ponsel-kekar-tahan-banting/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 10:15:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jelajah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petualangan.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Nokia 3720 classic adalah ponsel yang kekar karena tahan air, debu, dan juga guncangan. Ponsel ini akan&#160; terlindung dari berbagai material yang mungkin bisa masuk dan kemudian merusak komponennya dari dalam.
Harganya berkisar di angka $175 dan akan keluar pada bulan September nanti. Berikut spesifikasi lengkapnya:
Jaringan: GSM 900 / 1800 / 1900    Dimensi: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/nokia3720.jpg"><img title="nokia-3720" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 0px 0px 10px; border-right-width: 0px" height="244" alt="nokia-3720" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2009/08/nokia3720_thumb.jpg" width="211" align="right" border="0" /></a>Nokia 3720 classic adalah ponsel yang kekar karena tahan air, debu, dan juga guncangan. Ponsel ini akan&#160; terlindung dari berbagai material yang mungkin bisa masuk dan kemudian merusak komponennya dari dalam.</p>
<p>Harganya berkisar di angka $175 dan akan keluar pada bulan September nanti. Berikut spesifikasi lengkapnya:</p>
<p>Jaringan: GSM 900 / 1800 / 1900    <br />Dimensi: 115×47&#215;15.3 mm     <br />Berat: 94 gram     <br />Layar: 2,2″, 240×320 pixels     <br />Memori: microSD (TransFlash) up to 8GB, 1GB card included     <br />Koneksi: Bluetooth 2.1     <br />Kamera: 2 megapixel, LED flash, 4X digital zoom     <br />Daya tahan baterai: 7 jam talk time, 18 hari Stand by     <br />Warna: Abu-abu atau kuning     <br />Fitur lain: MP3/eAAC+/WMA player, MPEG4 player, LED torch, pre-installed Nokia Maps di dalam microSD</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petualangan.com/2009/08/nokia-3720-classic-ponsel-kekar-tahan-banting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)</title>
		<link>http://www.petualangan.com/2008/09/pertolongan-pertama-pada-kecelakaan-p3k/</link>
		<comments>http://www.petualangan.com/2008/09/pertolongan-pertama-pada-kecelakaan-p3k/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 07:02:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jelajah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petualangan.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Sehari-hari dimana saja dan kapan saja, tidak jarang kita jumpai berbagai macam kecelakan, dengan akibat luka ringan maupun berat.
Menilik dari hal tersebut, diharapkan kita dapat menguasai dan menerapkan pengetahuan tentang pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan.
Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan/Gangguan Yang Diakibatkan Oleh Aktifitas di Alam Bebas :
1.Gangguan Umum
a. Shock
Tanda-tanda :
- Kesadaran menurun, denyut nadi cepat, lemah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sehari-hari dimana saja dan kapan saja, tidak jarang kita jumpai berbagai macam kecelakan, dengan akibat luka ringan maupun berat.<br />
Menilik dari hal tersebut, diharapkan kita dapat menguasai dan menerapkan pengetahuan tentang pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan.</p>
<p>Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan/Gangguan Yang Diakibatkan Oleh Aktifitas di Alam Bebas :<br />
<strong>1.Gangguan Umum</strong><br />
a. Shock<br />
Tanda-tanda :<br />
- Kesadaran menurun, denyut nadi cepat, lemah dan kemudian menghilang.<br />
- Kulit pucat, dingin dan lembab.<br />
- Nafas dangkal tidak teratur.<br />
- Mata hampa, suram.<br />
- Penderita merasa pusing, mual.<br />
<span id="more-96"></span><br />
Penyebab :<br />
- Tekanan emosi hebat<br />
- Kehilangan darah atau cairan<br />
- Keracunan</p>
<p>Pertolongan :<br />
- Baringkan penderita dengan kepala lebih rendah, kecuali pasien menderita gegar otak dan patah tulang.<br />
- Kendorkan pakaian, beri selimut.<br />
- Jangan beri minum.</p>
<p>b. Pingsan<br />
Tanda-tanda :<br />
- Penderita tidak sadar, terbaring tidak bergerak, terkadang sangat gelisah.<br />
- Pernafasan ada nadi berdenyut.<br />
 <br />
Penyebab :<br />
- Kurang memeproleh zat asam.<br />
- Terlalu kepanasan/kedinginan, kesakitan.<br />
- Keracunan<br />
- Penyakit kronis, ginjal, jantung, diabetes, dsb.<br />
 <br />
Pertolongan :<br />
- Baringkan penderita ditempat teduh dan udara segar.<br />
- Bila wajah pucat, kepala direndahkan (sebaliknya).<br />
- Buka/longgarkan pakaian.<br />
- Bila penderita muntah, letakkan kepala dalam posisi miring, untuk mencegah muntahan terselak masuk ke paru-paru.<br />
- Beri penyegar (decologne) atau amoniak agar segera sadar.<br />
 <br />
c.Mati suri<br />
Tanda-tanda :<br />
- Kesadaran diantara pingsan dan mati.<br />
- Pernafasan tidak nampak.<br />
- Nadi tidak teraba.<br />
- Wajah pucat kebiru-biruan.<br />
Penyebab :<br />
- Tidak dapat bernafas<br />
- Menghirup gas beracun.</p>
<p>Pertolongan :<br />
- Lakukan seperti penderita pingsan.<br />
- Bersihkan jalan nafas.<br />
- Segera bawa ke dokter.<br />
 <br />
<strong>2.Kejang otot (Kram)</strong><br />
Penyebab :<br />
- Terlalu letih<br />
- Karena dingin/panas<br />
- Kekurangan garam, rendahnya kadar mineral.<br />
- Bernafas terlalu cepat ketika tidak diperlukan, sehingga menghalangi pemakaian kalsium oleh tubuh.</p>
<p>Tanda-tanda :<br />
- Rasa sakit yang terus menerus, berlangung selama beberapa detik sampai beberapa jam.</p>
<p>Pertolongan :<br />
- Dengan merenggangkan otot tersebut, bila kejang dibetis, berdiri dengan bertumpu pada jari kaki atau mendorong bagian depan kaki ke atas dan memijit otot yang kejang kearah jantung.<br />
- Bila yang menderita kejang adalah otot lengan atas depan, pijitlah otot tersebut dengan satu tangan dan mintalah bantuan teman anda untuk meluruskan siku tersebut.<br />
 <br />
<strong>3.Terkilir (Reptura Tendo)</strong><br />
Yaitu terlepasnya tendo dari tulang/otot (Tendo adalah penghubung antara tulang/sendi).<br />
Tanda-tanda :<br />
- Seseorang yang menderita reptura tendo atau terkilir biasanya terdengar suaranya.<br />
- Rasa sakit yang hebat sehingga orang tersebut menggeliat kesakitan dan memegang otot tersebut dalam posisi konstraksi.<br />
- Ia tidak akan membiarkan otot tersebut digerakkan, bahkan biasanya tidak akan mau diperiksa, kecuali bila telah menerima obat penghilang rasa sakit.<br />
- Membengkak sakit selama beberapa hari dan timbul tanda biru/hitam.</p>
<p>Penyebab :<br />
- Konstraksi otot yang kuat yang terjadi dengan tiba-tiba.<br />
- Otot yang tegang dan tidak fleksibel mudah menderita reptura tendo.</p>
<p>Pertolongan :<br />
- Rest : istirahat<br />
- Ice : pendinginan<br />
- Compression : penekanan<br />
- Elevation : pendinginan bagian tubuh yang cidera<br />
- Segera hubungi dokter<br />
 <br />
<strong>4.Dislokasi (sendi meleset)</strong><br />
Yaitu terlepasnya sendi dari tempat yang seharusnya.<br />
Dislokasi sendi rahang<br />
Penyebab :<br />
- Menguap atau tertawa terlalu lebar<br />
- Terkena pukulan keras ketika rahang sedang terbuka.</p>
<p>Pertolongan :<br />
- Mempergunakan ibu jari yang ditekankan ke rahang, ibu hari sebelumnya dibalut terlebih dahulu.<br />
Caranya, rahang tersebut ditekankan kebawah dengan kedua ibu jari tersebut diletakkan digeraham yang paling belakang, tekanan harus mantap tetapi pelan-pelan, bersamaan dengan penekanan tersebut, jari-jari yang lain mengangkat dagu penderita keatas.</p>
<p>Dislokasi sendi bahu<br />
Pertolongan :<br />
- Perhatikan apakah ada patah tulang.<br />
- Apabila tidak ada, cedera ditekan dengan telapak tangan/kaki. Sementara itu lengan penderita ditarik sesuai dengan arah kedudukan ketika itu, tarikan harus dilakukan dengan pelan dan semakin lama dan semakin kuat, kemudian dengan hati-hati lengan atas diputar (arah jauhi tubuh) hal ini sebaiknya dilakukan dengan siku berlipat. Dengan cara ini diharapkan ujung lengan atas akan menggeser kembli ketempat semula.</p>
<p>Dislokasi sendi paha (pinggul)<br />
Penyebab :<br />
- Lutut membentur, paha terdorong kebelakang dan terlepas dari sendinya.</p>
<p>Tanda-tanda :<br />
- Lutut terputar kedalam, paha terkunci mendekati garis tengah tubuh, bila digerakkan terasa nyeri.<br />
Usahakan jangan digerakkan, bawa segera ke rumah sakit.<br />
 <br />
<strong>5.Patah Tulang</strong><br />
a. Patah tulang stress<br />
Tanda-tanda :<br />
- Tidak tampak<br />
- Sakit bila ditekan dari atas dan dari bawah.<br />
- Sakit ringan dan semakin sakit bila terus digunakan.<br />
Penyebab :<br />
- Kaki yang mempunyai lengkungan yang tinggi, sehingga sebagian besar gaya langkah terpusatkan pada tulang dan kaki.</p>
<p>Pertolongan :<br />
- Istirahatkan bagian tubuh yang sakit.<br />
 <br />
b. Patah tulang komplet<br />
Tanda-tanda :<br />
- Rasa sakit yang hebat disertai dengan pembengkakan.<br />
- Bila memutuskan pembuluh darah darah dapat mengakibatkan pendarahan.<br />
 <br />
Penyebab :<br />
- Kekerasan dari luar, terpukul benda-benda keras, tertembak terjatuh dan sebagainya.<br />
 <br />
Pertolongan :<br />
- Mencegah pendarahan<br />
- Mencegah gugat<br />
- Mencegah rasa nyeri<br />
- Mencegah infeksi<br />
- Pembalutan/pembidaian.<br />
 <br />
<strong>6.Perdarahan Pembuluh Nadi</strong><br />
Tanda-tanda :<br />
Darah keluar menyembur sesuai dengan denyut jantung, darah yang keluar berwarna merah segar.<br />
 <br />
Pertolongan :<br />
- Menekan ditempat perdarahan dengan kain, setelah luka dibersihkan.<br />
- Usahakan bagian yang mengalami perdarahan lebih tinggi dari letak.<br />
- Jika belum berhasil, hentikan perdarahan dengan memijit pembuluh nadi (arteri) antara luka dengan jantung (diatas posisi luka)<br />
- Dengan memasang touniquet (dikendorkan tiap 15 menit)<br />
 <br />
<strong>7.Keracunan</strong><br />
Racun bisa masuk ketubuh melalui :<br />
a. Pernafasan<br />
Tanda-tanda :<br />
- Banyak keluar air liur dan air mata<br />
- Batuk-batuk<br />
- Warna muka merah<br />
 <br />
Pertolongan :<br />
- Bawa secepatnya ketampat yang bebas gari gas beracun tersebut.<br />
- Tidurkan terlentang dan beri selimut.<br />
- Bila perlu beri penafasan buatan jangan dari mulut ke mulut.<br />
- Segera bawa ke rumah sakit<br />
b. Melalui kulit<br />
Pertolongan :<br />
- Pakaian yang terkena racun dilepas<br />
- Bagian tubuh yang terkena racun disiram dengan air dingin terus menerus.<br />
 <br />
c. Melalui makanan<br />
Keracunan Botulinum (banyak dijumpai pada makanan dalam kaleng)<br />
Gejala :<br />
- Muncul secara mendadak 18-36 jam sesudah memakan makanan tersebut<br />
- Lemah badan, disusul penglihatan kabur dan ganda.<br />
- Penderita mengalami kesulitan berbicara dan susah menelan.</p>
<p>Pertolongan :<br />
- Hanya dapat diberikan di rumah sakit dengan menyuntikkan serum antitoksin khusus untuk Botulinum.</p>
<p>Pencegahan :<br />
- Sebelum dihidangkan, makanan dalam kaleng dibuka kemudian direbus bersama kalengnya didalam air sampai mendidih.<br />
 <br />
Keracunan jamur<br />
Gejala :<br />
- Muncul dalam jarak beberapa menit sampai 2 jam sesudah makan jamur beracun tersebut.<br />
- Sakit perut yang hebat, mencret.<br />
- Banyak berkeringat<br />
- Mental kacau<br />
- Pingsan<br />
Pertolongan :<br />
- Usahakan agar muntah<br />
- Bilas lambung<br />
- Bila perlu berikan pernafasan buatan.</p>
<p>Sumber : Dari Berbagai Sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petualangan.com/2008/09/pertolongan-pertama-pada-kecelakaan-p3k/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Extreme Indonesia 2009</title>
		<link>http://www.petualangan.com/2008/09/extrme-indonesia-2009/</link>
		<comments>http://www.petualangan.com/2008/09/extrme-indonesia-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 07:51:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jelajah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petualangan.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[The 1st International Extreme Sports, Outdoor Adventures &#38; Eco- Tourism Exhibition
Indonesia, located along the equator on the ring of fire with active volcanoes, rugged mountains, white water rivers in Java, Bali and Sumatera to the giant rivers of Kalimantan, is an ideal location for all types of adventure and eco- tourism activities.
Extreme Indonesia 2009 will [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-90" title="Extreme Indonesia " style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin-left: 10px; border-left: 0px; margin-right: 10px; border-bottom: 0px" height="111" alt="" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2008/09/ei.gif" width="245" border="0" />The 1st International Extreme Sports, Outdoor Adventures &amp; Eco- Tourism Exhibition</p>
<p>Indonesia, located along the equator on the ring of fire with active volcanoes, rugged mountains, white water rivers in Java, Bali and Sumatera to the giant rivers of Kalimantan, is an ideal location for all types of adventure and eco- tourism activities.</p>
<p>Extreme Indonesia 2009 will be the first international exhibition in Indonesia showcasing the latest products and services from the fast growing world of Extreme sports, Outdoor Adventure and Eco &#8211; Tourism.</p>
<p> <span id="more-89"></span>Held in conjunction with DEEP Indonesia 2009, the 3rd Diving, Adventure Travel and Water Sports Exhibition which has gained tremendous success in 2008, Extreme Indonesia 2009 will have the advantage of getting a great number of visitors only in the first show!
</p>
<p><strong>OBJECTIVES</strong>    <br />•&#160;&#160;&#160; To support the development of Extreme Sports, Outdoor Adventure and Eco – Tourism Industries in Indonesia    <br />•&#160;&#160;&#160; To&#160; promote the Adventure Travel and Eco &#8211; Tourism industries in Indonesia to the international market.    <br />•&#160;&#160;&#160; To encourage local participation in the world of Extreme Sports , Outdoor Adventure and Eco &#8211; Tourism lifestyle.</p>
<p>Informasi Lanjut :   <br />- <a title="Extreme Indonesia" href="http://www.extremeindonesia.com/" target="_blank">Extreme Indonesia</a>    <br />- <a title="Deep Indonesia" href="http://www.deepindonesia.com/" target="_blank">Deep Indonesia</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petualangan.com/2008/09/extrme-indonesia-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Handphone Nokia 6250</title>
		<link>http://www.petualangan.com/2008/09/handphone-nokia-6250/</link>
		<comments>http://www.petualangan.com/2008/09/handphone-nokia-6250/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 13:32:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jelajah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[peralatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petualangan.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[
Anda sering melakukan kegiatan di luar ruangan? Nokia 6250 ini bisa menjadi pilihan. Ponsel gress ini memiliki tubuh yang kokoh, cocok menemani para petualang. Bantalan terbuat dari karet melindungi badan ponsel, hingga bila dilempar dari jarak lima meter ke arah tembok dalam keadaan hidup, masih dapat berfungsi dengan baik. Bahkan tidak ada retak atau gangguan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-77 alignright" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" title="Nokia 6250" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2008/09/6250.gif" alt="Nokia 6250" width="70" height="175" /></p>
<p>Anda sering melakukan kegiatan di luar ruangan? Nokia 6250 ini bisa menjadi pilihan. Ponsel gress ini memiliki tubuh yang kokoh, cocok menemani para petualang. Bantalan terbuat dari karet melindungi badan ponsel, hingga bila dilempar dari jarak lima meter ke arah tembok dalam keadaan hidup, masih dapat berfungsi dengan baik. Bahkan tidak ada retak atau gangguan lainnya. Langsung bisa digunakan untuk berkomunikasi lagi. Ada peredam goncangan dan mekanik handal menyatu dalam ponsel yang membuatnya tahan banting.</p>
<p>Selain tahan banting, ponsel ini juga tahan air dan debu. Bukannya water resistance, tetapi bila tidak sengaja kecipratan air, ponsel ini tidak akan rusak. Jika terendam dalam air selama 1 menit dengan kedalaman 1 meter, ponsel ini masih OK. Air tidak mudah menyusup merusak komponen di dalamnya. Air saja sulit, apalagi debu. Jadi ponsel yang juga sudah bisa surfing di internet lewat WAP Server 1.1 itu tahan terhadap debu.</p>
<p><span id="more-72"></span>Nokia 6250 juga memiliki fitur lain yang sedikit berbeda dengan ponsel lainnya. Antara lain adalah automatic volume control dan sound level meter (dB representation). Fitur task jounal adala salah satu fitur yang adal pada ponsel ini yang berguna untuk memastikan ketepatan waktu kerja dan informasi lainnya. Enaknya lagi, informasi tersebut dapat ditransfer ke ponsel atau perangkat elektronik lainnya melalui kemampuan konektivitas port infrared. Kecepatan pemindahan data ponsel ini adalah 14,4 kbps.</p>
<p>Melihat kemampuannya, wajar jika berat ponsel ini sampai 167 gram. Berat ini dikompensasikan dengan waktu bicara 6250 yang mencapai 4,5 jam dan waktu siaga sekitar 260 jam, tergantung pada kesediaan jaringan.</p>
<p>Sungguh Sangat Sayang produk ini produk lama dan sudah tidak diproduksi lagi dan tidak ada generasi penerusnya. Jika anda mencari HP outdoor lainnya pertimbangkan : Siemens M35i, Siemens ME45, Siemens M55, Siemens M65, Siemens M75, Siemens ME75, Nokia 5500s, Ericsson R250s dan Ericsson R310s dan Sony Ericsson C702</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petualangan.com/2008/09/handphone-nokia-6250/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Navigasi Darat</title>
		<link>http://www.petualangan.com/2008/09/navigasi-darat/</link>
		<comments>http://www.petualangan.com/2008/09/navigasi-darat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 12:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jelajah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Navigasi Darat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petualangan.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Navigasi darat merupakan ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi.
Dalam mendaki naik gunung, ada pengetahuan dasar khususnya menyangkut navigasi darat atau peta-kompas yang harus dimiliki seorang pendaki. Peralatan navigasi standar yang harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Navigasi darat</strong> merupakan ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi.</p>
<p>Dalam mendaki naik gunung, ada pengetahuan dasar khususnya menyangkut navigasi darat atau peta-kompas yang harus dimiliki seorang pendaki. Peralatan navigasi standar yang harus dibawa saat mendaki gunung adalah peta, kompas, dan altimeter. Dalam arti populer, peta adalah representasi bentuk bentang bumi yang dicetak di kertas.</p>
<p><span id="more-70"></span>Peta sendiri ada banyak ragamnya, sesuai keperluan. Namun peta yang bermanfaat bagi pendaki gunung adalah topografi, peta yang menggambarkan bentuk-bentuk dan kondisi permukaan bumi. Dalam melihat peta, perhatikan skala atau perbandingan jarak dengan jarak sebenarnya. Skala peta dapat ditunjukkan dalam angka (misalnya 1:250.000) atau dalam bentuk garis. Untuk itu, jangan menggunakan fotokopi peta yang diperbesar atau diperkecil ukurannya.</p>
<p>Selain membingungkan penghitungan jarak, pembesaran peta tidak menunjukkan akurasi relief bumi. Ada baiknya, pendaki lebih dahulu mempelajari makna le-genda (simbol konvensional) dan kontur-garis penunjuk relief bumi-yang ada di peta. Penjelasan legenda selalu ada di bagian bawah peta. Dengan membaca kontur, dapat dibayangkan kondisi medan sebenarnya. Garis-garis kontur bersisian rapat menunjukkan medan yang curam, bila jarang berarti medannya landai.</p>
<p>Lengkungan kontur yang menonjol keluar dari sebuah titik, menggambarkan punggung bukit atau gunung (ridge), sebaliknya adalah lembah. Di lembah-lembah seperti itu biasanya ada aliran sungai. Ditambah kompas, peta merupakan alat untuk dapat menentukan posisi pendaki di gunung atau menunjukkan arah jalan. Teknik menggunakan variasi kompas dan peta dikenal dengan cross bearing, terbagi dalam resection (menentukan posisi kita di dalam peta) dan intersection (menentukan posisi satu tempat di peta).</p>
<p>Resection dilakukan dengan mula-mula mencari dua titik di medan sebenarnya yang dapat diidentifikasi dalam peta seperti puncak-puncak gunung. Kedua, hitunglah sudut (azimuth) kedua obyek tadi terhadap arah utara dengan kompas. Ketiga, pindahlah ke peta. Dengan menggunakan busur derajat, letakkan titik pusat busur derajat menghimpit titik identifikasi obyek dalam peta. Bila sudut azimuth yang diperoleh kurang dari 180 derajat, tambahkan azimuth itu dengan angka 180 derajat. Bila azimuth yang didapat dari kompas lebih dari 180 derajat, tambahkan dengan angka 180 derajat. Keempat, gunakan angka hasil perhitungan itu (dinamakan teknik back azimuth) untuk membuat garis lurus dari titik identifikasi. Perpotongan dua garis dari dua titik identifikasi menunjukkan letak kita di dalam peta.</p>
<p>Menentukan titik awal perjalanan di peta merupakan hal yang penting. Di tengah perjalanan, seorang pendaki kerap tidak dapat memainkan teknik cross bearing karena faktor cuaca atau medan yang tidak memungkinkan melihat titik-titik orientasi. Bila demikian, membandingkan keadaan medan sekitar dengan kontur peta dan merunutnya dari titik awal perjalanan, kadang menjadi satu-satunya cara menentukan posisi. Dalam keadaan seperti itu, altimeter atau piranti penunjuk ketinggian sangat dibutuhkan.</p>
<p>Saat ini fungsi kompas dan altimeter dapat diganti dengan GPS (Global Positioning System/piranti canggih menggunakan sinyal satelit). Dengan alat itu, pendaki dapat mengetahui kedudukannya dalam lintang dan bujur (koordinat) bumi. Pemakainya tinggal mencari besaran koordinat di peta. Bahkan GPS model mutakhir dapat menyimpan rekaman gambar peta melalui CD-Rom. Dengan begitu, pendaki bisa mengabaikan peta karena peta sekaligus tersaji di layar monitornya. Bisa juga menggunakan jam tangan keluaran suunto dan casio yang ada fitur altimeter, barometer dan kompas.</p>
<p><strong>Peta</strong><br />
Peta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas, kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu. Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. Peta ini memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.</p>
<p>Beberapa unsur yang bisa dilihat dalam peta :</p>
<ul>
<li>udul peta; biasanya terdapat di atas, menunjukkan letak peta</li>
<li>Nomor peta; selain sebagai nomor registrasi dari badan pembuat, kita bisa menggunakannya sebagai petunjuk jika kelak kita akan mencari sebuah peta</li>
<li>Koordinat peta; penjelasannya dapat dilihat dalam sub berikutnya</li>
<li>Kontur; adalah merupakan garis khayal yang menghubungkan titik titik yang berketinggian sama diatas permukaan laut.</li>
<li>Skala peta; adalah perbandingan antara jarak peta dan jarak horizontal dilapangan. Ada dua macam skala yakni skala angka (ditunjukkan dalam angka, misalkan 1:25.000, satu senti dipeta sama dengan 25.000 cm atau 250 meter di keadaan yang sebenarnya), dan skala garis (biasanya di peta skala garis berada dibawah skala angka).</li>
<li>Legenda peta, adalah simbol-simbol yang dipakai dalam peta tersebut dibuat untuk memudahkan  pembaca menganalisa peta.</li>
</ul>
<p>Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960. Peta AMS biasanya berskala 1:50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000 (dengan interval kontur 12,5m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.</p>
<p><strong>Koordinat</strong><br />
Peta Topografi selalu dibagi dalam kotak-kotak untuk membantu menentukan posisi dipeta dalam hitungan koordinat. Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain.</p>
<p>Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu :</p>
<ul>
<li>Koordinat Geografis (Geographical Coordinate)<br />
Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik. Pada peta Bakosurtanal, biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3.7 cm. Pada skala 1:25.000, satu karvak sama dengan 30 detik (30&#8243;), dan pada peta skala 1:50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60&#8243;).</li>
<li>Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM)<br />
Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Untuk wilayah Indonesia, titik acuan berada disebelah barat Jakarta (60 LU, 980 BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan horizontal dari barat ke timur. Sistem koordinat mengenal penomoran 4 angka, 6 angka dan 8 angka. Pada peta AMS, biasanya menggunakan koordinat grid. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Karena itu untuk penentuan koordinat koordinat grid 4 angka, dapat langsung ditentukan. Penentuan koordinat grid 6 angka, satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi sepuluh bagian (per 1mm).</li>
</ul>
<p><strong>Analisa Peta</strong><br />
Salah satu faktor yang sangat penting dalam navigasi darat adalah analisa peta. Dengan satu peta, kita diharapkan dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan medan sebenarnya, meskipun kita belum pernah mendatangi daerah di peta tersebut.</p>
<ul>
<li>Unsur dasar peta<br />
Untuk dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya, pertama kali kita harus cek informasi dasar di peta tersebut, seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta dan sebagainya. Disamping itu juga bisa dianalisa ketinggian suatu titik (berdasarkan pemahaman tentang kontur), sehingga bisa diperkirakan cuaca, dan vegetasinya.</li>
<li>Mengenal tanda medan<br />
Disamping tanda pengenal yang terdapat dalam legenda peta, kita dapat menganalisa peta topografi  berdasarkan bentuk kontur. Beberapa ciri kontur yang perlu dipahami sebelum menganalisa tanda  medan :</li>
</ul>
<p>Antara garis kontur satu dengan yang lainnya tidak pernah saling berpotongan Garis yang berketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis yang berketinggian lebih tinggi, kecuali diberi keterangan secara khusus, misalnya kawah. Beda ketinggian antar kontur adalah tetap meskipun kerapatan berubah-ubah  Daerah datar mempunyai kontur jarang-jarang sedangkan daerah terjal mempunyai kontur rapat.</p>
<p>Beberapa tanda medan yang dapat dikenal dalam peta topografi :</p>
<ul>
<li>Puncak bukit atau gunung biasanya berbentuk lingkaran kecil, tertelak ditengah-tengah lingkaran kontur lainnya.</li>
<li>Punggungan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk U yang ujungnya melengkung menjauhi puncak</li>
<li>Lembahan terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk V yang ujungnya tajam menjorok kepuncak. Kontur lembahan biasanya rapat.</li>
<li>Saddle, daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian</li>
<li>Pass, merupakan celah memanjang yang membelah suatu ketinggian</li>
<li>Sungai, terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian kontur, biasanya ada di lembahan, dan namanya tertera mengikuti alur sungai. Dalam membaca alur sungai ini harap diperhatikan lembahan curam, kelokan-kelokan dan arah aliran.</li>
<li>Bila peta daerah pantai, muara sungai merupakan tanda medan yang sangat jelas, begitu pula pulau-pulau kecil, tanjung dan teluk</li>
</ul>
<p>Pengertian akan tanda medan ini mutlak diperlukan, sebagai asumsi awal dalam menyusun perencanaan perjalanan diperlukan Kompas. Kompas adalah alat penunjuk arah, dan karena sifat magnetnya, jarumnya akan selalu menunjuk arah utara selatan (meskipun utara yang dimaksud disini bukan utara yang sebenarnya, tapi utara magnetis). Secara fisik, kompas terdiri dari :</p>
<ul>
<li>Badan, tempat komponen lainnya berada</li>
<li>Jarum, selalu menunjuk arah utara selatan, dengan catatan tidak dekat dengan megnet lain/tidak dipengaruhi medan magnet, dan pergerakan jarum tidak terganggu/peta dalam posisi horizontal.</li>
<li>Skala penunjuk, merupakan pembagian derajat sistem mata angin.</li>
<li>Jenis kompas yang biasa digunakan dalam navigasi darat ada dua macam yakni kompas bidik (misal kompas prisma) dan kompas orienteering (misal kompas silva, suunto dll). Untuk membidik suatu titik, kompas bidik jika digunakan secara benar lebih akurat dari kompas silva. Namun untuk pergerakan dan kemudahan ploting peta, kompas orienteering lebih handal dan efisien.</li>
</ul>
<p>Dalam memilih kompas, harus berdasarkan penggunaannya. Namun secara umum, kompas yang baik adalah kompas yang jarumnya dapat menunjukkan arah utara secara konsisten dan tidak bergoyang-goyang dalam waktu lama. Bahan dari badan kompas pun perlu diperhatikan harus dari bahan yang kuat/tahan banting mengingat kompas merupakan salah satu unsur vital dalam navigasi darat</p>
<p><strong>Orientasi Peta</strong><br />
Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya ( atau dengan kata lain menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya). Sebelum anda mulai orientasi peta, usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta. Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama puncakan, nama sungai, desa dll. Jadi minimal anda tahu secara kasar posisi anda dimana.</p>
<p>Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda dipeta adalah benar. Langkah-langkah orientasi peta :</p>
<ul>
<li>Usahakan untuk mencari tempat yang berpemandangan terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok.</li>
<li>Siapkan kompas dan peta anda, letakkan pada bidang datar</li>
<li>Utarakan peta, dengan berpatokan pada kompas, sehingga arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya</li>
<li>Cari tanda-tanda medan yang paling menonjol disekitar anda, dan temukan tanda-tanda medan tersebut di peta. Lakukan hal ini untuk beberapa tanda medan</li>
<li>Ingat tanda-tanda itu, bentuknya dan tempatnya di medan yang sebenarnya. Ingat hal-hal khas dari tanda medan.</li>
</ul>
<p>Jika anda sudah lakukan itu semua, maka anda sudah mempunyai perkiraan secara kasar, dimana posisi anda di peta. Untuk memastikan posisi anda secara akurat, dipakailah metode resection.</p>
<p><strong>Resection</strong><br />
Resection adalah menentukan posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dan dapat dibidik (untuk latihan resection biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebon teh misalnya, agar tanda medan yang ekstrim terlihat dengan jelas). Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua, tapi posisinya sudah pasti.</p>
<p>Langkah-langkah melakukan resection :</p>
<ul>
<li>Lakukan orientasi peta</li>
<li>Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal 2 buah</li>
<li>Dengan busur dan penggaris, buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut (untuk alat tulis paling ideal menggunakan pensil mekanik).</li>
<li>Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik. Kompas orienteering dapat digunakan, namun kurang akurat.</li>
<li>Pindahkan sudut bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan.</li>
<li>Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita dipeta.</li>
</ul>
<p><strong>Intersection</strong><br />
Intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan tetapi sukar untuk dicapai. Sebelum intersection kita sudah harus yakin terlebih dahulu posisi kita dipeta. Biasanya sebelum intersection, kita sudah melakukan resection terlebih dahulu.</p>
<p>Langkah-langkah melakukan intersection adalah:</p>
<ul>
<li>Lakukan orientasi peta</li>
<li>Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta.</li>
<li>Bidik obyek yang kita amati</li>
<li>Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta</li>
<li>Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. Lakukan langkah 1-3</li>
<li>Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.</li>
</ul>
<p>Peralatan yang dibutuhkan :</p>
<ul>
<li>Kompas bidik atau prisma</li>
<li>Conector</li>
<li>Peta Topografi</li>
<li>Pensil</li>
<li>Penggaris</li>
<li>Spidol warna</li>
</ul>
<p><strong>Azimuth &#8211; Back Azimuth</strong><br />
Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperolah sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. Kebalikannya adalah back azimuth.</p>
<p>Dalam resection back azimuth diperoleh dengan cara:</p>
<ul>
<li>Jika azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º maka back azimuth sama dengan azimuth dikurangi 180º.  Misal anda membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azimuthnya adalah 200º- 180º = 20º</li>
<li>Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya dama dengan 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, seiperoleh azimuth 160º, maka back  azimuthnya adalah 180º+160º = 340º</li>
</ul>
<p>Dengan mengetahui azimuth dan back azimuth ini, memudahkan kita untuk dapat melakukan ploting peta (penarikan garis lurus di peta berdasarkan sudut bidikan). Selain itu sudut kompas dan back azimuth ini dipakai dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus/ man to man). Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu.</p>
<p>Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Titik awal dan titik akhir perjalanan di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah perjalanan (sudut kompas). Hitung pula sudut dari titik akhir ke titik awal. Sudut ini dinamakan back azimuth.</li>
<li>Perhatikan tanda medan yang menyolok pada titik awal perjalanan.</li>
<li>Perhatikan tanda medan lain pada lintasan yang dilalui.</li>
<li>Bidikkan kompas seusai dengan arah perjalanan kita, dan tentukan tanda medan lain di ujung lintasan/titik bidik. Sudut bidikan ini dinamakan azimuth.</li>
<li>Pergi ke tanda medan di ujung lintasan, dan bidik kembali ke titik pertama tadi, untuk mengecek apakah arah perjalanan sudah sesuai dengan sudut kompas (back azimuth).</li>
<li>Sering terjadi tidak ada benda/tanda medan tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran. Untuk itu dapat dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda. Sistem pergerakan semacam ini sering disebut sebagai sistem man to man.</li>
</ul>
<p><strong>Merencanakan Jalur Lintasan</strong><br />
Dalam navigasi darat tingkat lanjut, kita diharapkan dapat menyusun perencanaan jalur lintasan dalam sebuah medan perjalanan. Sebagai contoh anda misalnya ingin pergi ke gunung Semeru, tapi dengan menggunakan jalur sendiri. Penyusunan jalur ini dibutuhkan kepekaan yang tinggi, dalam menafsirkan sebuah peta topografi, mengumpulkan data dan informasi dan mengolahnya sehingga anda dapat menyusun sebuah perencanaan perjalanan yang matang. Dalam proses perjalanan secara keseluruhan, mulai dari transportasi sampai pembiayaan, disini kita akan membahas khusus tentang perencanaan pembuatan medan lintasan.</p>
<p>Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum anda memplot jalur lintasan. Pertama, anda harus membekali dulu kemampuan untuk membaca peta, kemampuan untuk menafsirkan tanda-tanda medan yang tertera di peta, dan kemampuan dasar navigasi darat lain seperti resection, intersection, azimuth back azimuth, pengetahuan tentang peta kompas, dan sebagainya, minimal sebagaimana yang tercantum dalam bagian sebelum ini.</p>
<p>Kedua, selain informasi yang tertera dipeta, akan lebih membantu dalam perencanaan jika anda punya informasi tambahan lain tentang medan lintasan yang akan anda plot. Misalnya keterangan rekan yang pernah melewati medan tersebut, kondisi medan, vegetasi dan airnya. Semakin banyak informasi awal yang anda dapat, semakin matang rencana anda.</p>
<p>Tentang jalurnya sendiri, ada beberapa macam jalur lintasan yang akan kita buat. Pertama adalah tipe garis lurus, yakni jalur lintasan berupa garis yang ditarik lurus antara titik awal dan titik akhir. Kedua, tipe garis lurus dengan titik belok, yakni jalur lintasan masih berupa garis lurus, tapi lebih fleksibel karena pada titik-titik tertentu kita berbelok dengan menyesuaian kondisi medan. Yang ketiga dengan guide/patokan tanda medan tertentu, misalnya guide punggungan/guide lembahan/guide sungai. Jalur ini lebih fleksibel karena tidak lurus benar, tapi menyesuaikan kondisi medan, dengan tetap berpatokan tanda medan tertentu sebagai petokan pergerakannya.</p>
<p>Untuk membuat jalur lintasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :</p>
<ul>
<li>Usahakan titik awal dan titik akhir adalah tanda medan yang ekstrim, dan memungkinkan untuk resection dari titik-titik tersebut.</li>
<li>Titik awal harus mudah dicapai/gampang aksesnya</li>
<li>Disepanjang jalur lintasan harus ada tanda medan yang memadai untuk dijadikan sebagai patokan, sehingga dalam perjalanan nanti anda dapat menentukan posisi anda di peta sesering mungkin.</li>
<li>Dalam menentukan jalur lintasan, perhatikan kebutuhan air, kecepatan pergerakan vegetasi yang berada dijalur lintasan, serta kondisi medan lintasan. Anda harus bisa memperkirakan hari ke berapa akan menemukan air, hari ke berapa medannya berupa tanjakan terjal dan sebagainya.</li>
<li>Mengingat banyaknya faktor yang perlu diperhatikan, usahakan untuk selalu berdiskusi dengan regu atau dengan orang yang sudah pernah melewati jalur tersebut sehingga resiko bisa diminimalkan.</li>
</ul>
<p><strong>Penampang Lintasan</strong><br />
Penampang lintasan adalah penggambaran secara proporsional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping, dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan.. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi, dan sudut pendangnya dari atas, agak sulit bagi kita untuk membayangkan bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya, terutama menyangkut ketinggian. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa, bagaimana kira-kira bentuk di medan sebenarnya. Untuk memudahkan kita menggambarkan bentuk medan dari peta topografi yang ada, maka dibuatlah penampang lintasan.</p>
<p>Beberapa manfaat penampang lintasan :</p>
<ul>
<li>Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan perjalanan</li>
<li>Memudahkan kita untuk menggambarkan kondisi keterjalan dan kecuraman medan</li>
<li>Dapat mengetahui titik-titik ketinggian dan jarak dari tanda medan tertentu</li>
</ul>
<p>Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas milimeter block, guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke penampang. Langkah-langkah membuat penampang lintasan:</p>
<ul>
<li>Siapkan peta yang sudah diplot, kertas milimeter blok, pensil mekanik/pensil biasa yang runcing,   penggaris dan penghapus</li>
<li>Buatlah sumbu x, dan y. sumbu x mewakili jarak, dengan satuan rata-rata jarak dari lintasan yang anda buat. Misal meter atau kilometer. Sumbu y mewakili ketinggian, dengan satuan mdpl (meter diatas permukaan laut). Angkanya bisa dimulai dari titik terendah atau dibawahnya dan diakhiri titik tertinggi atau diatasnya.</li>
<li>Tempatkan titik awal di sumbu x=0 dan sumbu y sesuai dengan ketinggian titik tersebut. Lalu pada perubahan kontur berikutnya, buatlah satu titik lagi, dengan jarak dan ketinggian sesuai dengan perubahan kontur pada jalur yang sudah anda buat. Demikian seterusnya hingga titik akhir.</li>
<li>Perubahan satu kontur diwakili oleh satu titik. Titik-titik tersebut dihubungkan sat sama lainnya hingga membentuk penampang berupa garis menanjak, turun dan mendatar.</li>
<li>Tambahkan keterangan pada tanda-tanda medan tertentu, misalkan nama-nama sungai, puncakan dan titik-titik aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak dan titik istirahat), ataupun tanda medan lainnya. Tambahan informasi tentang vegetasi pada setiap lintasan, dan skala penampang akan lebih membantu pembaca dalam menggunakan penampang yang telah dibuat.</li>
</ul>
<p>Sumber : Dari Berbagai Sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petualangan.com/2008/09/navigasi-darat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indonesia SuperVolcano Mountaineering Challenge 2008</title>
		<link>http://www.petualangan.com/2008/09/indonesia-supervolcano-mountaineering-challenge-2008/</link>
		<comments>http://www.petualangan.com/2008/09/indonesia-supervolcano-mountaineering-challenge-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 04:39:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jelajah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petualangan.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Untuk yang pertama kali di Indonesia berlangsung sebuah kegiatan yang dikhususkan bagi para pendaki gunung dalam mengadu keterampilan, kecepatan, kerjasama tim dan ketahanan fisik selama 15 hari dalam sebuah perlombaan yang diberi nama Indonesia Supervolcano Mountaineering Challenge 2008 (ISVMC 08).
ISVMC 08 akan diselenggarakan pada 14-28 Oktober 2008, di kawasan Gunung Tambora (yang berketinggian 2.850 mdpl) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://None"><img class="alignleft size-medium wp-image-87" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="isvmc" src="http://www.petualangan.com/wp-content/uploads/2008/09/isvmc.jpg" alt="" width="192" height="178" /></a>Untuk yang pertama kali di Indonesia berlangsung sebuah kegiatan yang dikhususkan bagi para pendaki gunung dalam mengadu keterampilan, kecepatan, kerjasama tim dan ketahanan fisik selama 15 hari dalam sebuah perlombaan yang diberi nama Indonesia Supervolcano Mountaineering Challenge 2008 (ISVMC 08).</p>
<p>ISVMC 08 akan diselenggarakan pada 14-28 Oktober 2008, di kawasan Gunung Tambora (yang berketinggian 2.850 mdpl) dan Gunung Rinjani (yang berketinggian 3.726 mdpl), di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).</p>
<p>ISVMC 08 adalah suatu perlombaan yang dikemas dalam satu bentuk lomba yang memadukan unsur keterampilan mendaki gunung, meliputi keterampilan dalam mencari titik sasaran dengan menggunakan peta dan kompas (navigasi), kecepatan, ketahanan dan kerjasama dalam mendaki gunung (hiking) dan peguasaan dalam menggunakan peralatan khusus untuk menuruni dan menaiki jurang (teknik ascending dan descending/rope technique).</p>
<p><span id="more-56"></span>ISVMC 08 diselenggarakan oleh Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) untuk tujuan mengembangkan konservasi gunung dan ekowisata berbasis mountaineering, bekerjasama dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan Pemerintah Provinsi NTB.</p>
<p>ISVMC 08 berlangsung dalam 2 seri untuk memperebutkan trofi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Gubernur NTB dan Federasi Mountaineering Indonesia serta total hadiah sebesar 70 juta rupiah. Peserta adalah tim beranggotakan 3 orang (putra, putri atau campuran) dan menguasai keterampilan yang diperlombakan.</p>
<p>Penyelenggaraan ISVMC 08 juga dimaksudkan untuk mendukung Visit Indonesia Year serta memperingati Hari Sumpah Pemuda dan 100 tahun Kebangkitan Nasional.</p>
<p>Event ISVMC akan diselenggarakan setiap tahun di gunung-gunung api seluruh Indonesia dan direncanakan menuju taraf internasional sehingga icon ISVMC menjadi promosi wisata gunung Indonesia di dunia internasional.</p>
<div class="mceTemp"><strong>Informasi dan keterangan Lanjut :<br />
</strong>Federasi Mountaineering Indonesia<br />
BKPI LIPI Sasana Widya Sarwono Lt. V<br />
Jln Jenderal Gatot Subroto Kav 10 Jakarta Selatan 127101<br />
Telp/Fax: (+6221) 5225711</div>
<p>Website : <a title="Federasi Mountaineering Indonesia" href="http://www.fmi.or.id" target="_blank">http://www.fmi.or.id</a><br />
Email: federasimountaineeringindonesia@yahoo.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petualangan.com/2008/09/indonesia-supervolcano-mountaineering-challenge-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
